0

Perlukah Sekolah Inklusi di Mojokerto???

Sekolah inklusi merupakan sekolah yang merupakan sekolah biasa yang menerima anak berkebutuhan khusus(ABK), dengan kata lain pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Anak yang tergolong berkebutuhan khusus (ABK) di antaranya yaitu tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tuna daksa, tuna laras (anak dengan gangguan emosi, sosial dan perilaku), tuna ganda, lamban belajar, autis, dan termasuk pula anak dengan potensi kecerdasan luar biasa (genius)
Sekolah inklusi ini diperlukan karena setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat maksimal dari pendidikan. Dengan adanya sekolah inklusi anak berkabutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah regular yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi. Di sekolah tersebut anak berkebutuhan khusus mendapat pelayanan pendidikan dari guru pembimbing khusus dan sarana prasarananya.  PRinsip khusus sekolah inklusi adalaah belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan atau perbedaan yang ada pada mereka
Mengingat pernyataan di atas, sekolah inklusi merupakan sekolah yang harus memiliki strategi pembelajaran yang lebih variatif agar dapat menangani berbagai kemungkinan yang tidak biasa terjadi di sekolah pada umumnya.

Model-model pembelajaran ABK yang dapat diterapkan di sekolah inklusi: (1).Kelas regular/ inklusi penuh yaitu ABK yang tidak mengalami gangguan intelektual mengikuti pelajaran di kelas biasa. (2). Cluster, para ABK dikelompokkan tapi masih dalam satu kelas regular dengan pendamping khusus, (3). Pull out, ABK ditarik ke ruang khusus untuk kesempatan dan pelajaran tertentu, didampingi guru khusus, (4). Cluster and pull out, kombinasi antara model cluster dan pull out, (5). Kelas khusus, sekolah menyediakan kelas khusus bagi ABK, namun untuk beberapa kegiatan pembelajaran tertentu siswa digabung dengan kelas regular, dan (6). Khusus penuh, sekolah menyediakan kelas khusus ABK, namun masih seatap dengan sekolah regular.

Salah satu sekolah inklusi di mojokerto adalah SMK PGRI Sooko, SMK ini sekarang memiliki 2 orang siswa ABK yang bertempat di kelas X-MultiMedia, mereka berdua ditempatkan sekelas dengan anak-anak lain yang tidak memiliki kebutuhan khusus, mereka berdua juga bisa saling beirinteraksi dengan baik dan itu juga karena dukungan dari teman-temannya yang tidak membeda-bedakan antara ketidaksempurnaan teman mereka. Teman-teman mereka yang tidak memiliki kebutuhan khusus  juga dapat belajar menggunakan bahasa isyarat yang mungkin akan berguna pada suatu saat tertentu.

Salah satu dari siswa dari dua anak berkebutuhan khusus tersebut juga mengikuti kegiatan broadcasting yaitu kegiatan tambahan yang ada pada jurusan MultiMedia untuk mempelajari tentang fotografi dan videografi

Diharapkan di mojokerto ini juga akan diberlakukan sekolah inklusi untuk SD dan SMP agar setiap siswa yang memiliki kebutuhan khusus dapat mendapatkan pendidikan yang sama dengan mereka yang tidak memiliki kebutuhan khusus. Dan juga dengan adanya sekolah inklusi ini mojokerto juga akan dapat menjadi lebih baik dan lebih pintar